Selasa, 08 Maret 2016

Inilah foto cucu-cucu dari keluarga Soetedi



Foto ini diambil saat hari raya lebaran Idul Fitri tahun 2015 yang lalu, tahun itu adalah idul fitri pertama yang ku lalui tanpa ada sosok ayah disampingku, tapi kali ini aku tak mau bercerita tentang beliau. Kali ini aku ingin bercerita tentang adik-adikku yang sangat aku sayangi. Sebenarnya Ini untuk kali pertamanya aku berfoto bersama adik-adikku walau ada satu yang tidak ikut berfoto. Oh iya perkenalkan ke 15 adikku, lihat pada gambar di atas kita urut dari sampingku. Hmmm… Kalau ada yang bertanya aku yang mana, aku akan langsung remove kamu di fb saat itu juga. Ok kembali ke topic tentang adikku, mulai dari sampingku yang masang wajah seperti bebegig berkerudung pink dia adalah Mentari Fatimah adikku yang paling aku sayang, sifatnya hampir sama seperti sifatku. Keras kepala dan tidak suka dengan yang namanya kalah, namun bedanya dia cenderung lebih malas dan lebih gampang emosi tapi bagiku maklum sajalah untuk anak seumuran dia dan menurutku factor lingkungan pun bisa jadi mempengaruhi sikap dia, dan kalau emosi dan malasnya sudah keluar gak ada yang bisa menghadapi dia kecuali bibi ku “Marini Soetedi”, entah sihir apa yang dipakai bibiku untuk menjinakkan adikku ini. Namun anehnya adikku ini dia sangat aktif dan rajin jikalau di sekolah, dia sangat bisa diandalkan di OSIS di Sekolahnya dan selain itu juga dia sangat aktif di pramuka. Seperti apapun adikku itu aku sangat sayang sama dia. Berikutnya sebelah mentari, si pipi tembeb berkerudung ungu, dia adalah Elin, dia adalah adik tiriku, aku tak punya banyak cerita tentangnya karena aku baru mengenal dia beberapa hari saja, yang ku ketahui dia cukup baik anaknya dan cukup penyabar menghadapi keluarganya yang baru sekarang ini. Lanjut sebelah elin, dari tampangpun pasti sudah terlihat itu bukanlah adikku tapi beliau adalah nenekku “Salamah Soetedi”. Karena beliau bukan adikku dan disini kita hanya akan membahas adik-adikku saja maka kita akan lanjut ke orang selanjutnya, dia adalah gadis berbaju putih dan berambut panjang, dia adalah Ratih Kurniawasih. Lulus dari sekolah kejuruan Kesehatan dia langsung bekerja sebagai perawat di sebuah kelinik, tak menyangka dia sekarang sudah tumbuh menjadi seorang gadis cantik padahal masih terasa kemarin aku lihat dia masih suka main rumah-rumahan dari tanah dan masih ingusan seperti anak-anak kecil pada umumnya, ingat juga waktu dulu aku, dia, dan kakakku “Rizal Kurniawan” kita bertiga pernah berdebat sampai emosi cuma gara-gara pertanyaan terbuat dari apa sebenarnya kartun SpongeBob itu, adiku Ratih kekeh kalo spongebob aslinya adalah sebuah keju yang terjatuh ke dalam laut dan kemudian hidup menjadi sosok spongebob sedangkan aku dan kakakku notot kalau spongebob adalah hewan laut yang langka yang hanya ada di amerika dan tidak bisa ditemukan di Indonesia. Kita bertiga saling notot dengan argument masing-masing terjadi perang dua kubu, kubu aku dan kakaku melawan kubu Ratih, dan yang menang tentu saja kubu aku. Jelaslah aku dibantu kakakku dan Ratih cuma sendirian terlebih dia adalah cewek yang masih ingusan saat itu. Tapi sumpah perdebatan waktu itu kalau dipikir-pikir sekarang gak penting banget buat didebatin. Lanjut sebelah Ratih ada sikecil yang lagi digendong, yaps dia namanya Faris Muhammad, Faris adalah satu-satunya adikku yang aku sendiri yang memberikan nama untuk dia, saat dia terlahir ke dunia ini juga aku yang mengadzani dia. Saat ini adalah masa saat ia sedang lucu-lucunya. dan aku yakin dari ke-15 adikku cuma Faris anak yang baru berumur 2 tahunan sudah bisa maenin game android. Ya jelaslah saat yang lain umur 2 tahun android belum lahir di dunia ini. Lanjut lagi kali ini yang sedang menggendong Faris dan memakai pakaian model sama dengannya dia adalah Muhammad Yurizki, dan dia adalah adikku yang paling baper, disinggung dikit baper, tapi seringnya sengaja bikin kakaknya kesel!! Tapi beberapa bulan yang lalu dia terserang penyakit cikungunyah dan dia sampai lumpuh lebih dari 3 bulan, mendengar berita itu aku sangat khawatir kepadanya tapi saat ia sedang sakit sayang sekali aku tak bisa menemani karena jadwalku yang sangat padat di kampus. Dan sempat berpikir saat itu “andai aku kuliah tidak jauh dari rumah” tapi hanya selintas melewat di kepala, untuk mengobati rasa khawatir telpon dan sms menjadi alternative. Berikutnya di samping Yuriz ada Rizki Ramadhan, yang paling ku ingat adalah saat Rizki akan lahir. aku, Ratih, dan kakakku Rizal kita bertiga kembali berdebat adik yang akan lahir berjenis kelamin laki-laki atau perempuan. Saat itu ratih kekeh berucap adik yang akan lahir berjenis kelamin perempuan sedangkan aku dan kakakku kekeh yang akan lahir adalah laki-laki dan benar saja yang lahir adalah laki-laki dialah Rizki Ramadhan, dan Ratih kembali kami kalahkan saat itu. Selanjutnya yang berbaju koko putih bergaris hijau adalah abdijar maulana sidik atau yang akrab dipanggil Abi, saat abi masih berumur 2 tahunan sosoknya mengingatkanku pada adikku yang lain bernama Annisa Amelia atau yang akrab disapa amel meninggal dunia karena terserang penyakit kanker di usianya yang baru benginjak 3 tahun. Saat itu adalah salah satu momen yang paling menyedihkan dalam hidupku, kalau dia masih hidup mungkin sekarang dia sudah menjadi anak sekolahan kelas 9 SMP. Tingkah abi dulu mirip dengan tingkah amel tapi sekarang Abi sudah tumbuh menjadi anak SD yang lumayan susah untuk diatur, ya wajarlah anak-anak seusia dia memang seperti itu. Lanjut kita putar arah tapi kita menandai yang berbaris di depan kali ini, samping abi anak berbaju hijau, dia adalah Rafli entah mengapa kalau dilihat lebih dekat rambut rafli terlihat seperti berwarna pirang dan hampir semua juga bilang seperti itu, dan yang unik dari dia menurutku, dia anak yang sukanya ngikutin Rizki kemana-mana entah kenapa akupun tak faham mungkin karena Rizki yang paling dekat dengannya tapi sebenarnya kalau main kemana-mana mereka tak hanya berdua, mereka berbarengan dengan Yuriz, Dede (anak berbaju oranye bertuliskan angka 09) dan Aldi anaknya Ceu Yaya tetangga kami. Mereka seringnya kemana-mana berlima udah kaya power ranger aja mereka tapi gak ada ceweknya. Lanjut kita bahas tiga anak langsung dari sebelah rafli ada Danial, Galang, dan Sagil. Mereka bertiga adalah penghibur buatku saat aku pulang dari tempat kuliah mereka bertiga lah yang selalu menyambutku pertama kali, oh iya tak lupa juga sama si kecil Faris berarti jadi berempat. Setiap kali aku pulang, rumah biasanya pasti sepi ibu gak ada, ayah gak ada, bibi-bibiku gak ada, mamang gak ada, kakakku gak ada adik-adik yang lain pada sekolah. Karena cuma mereka berempat yang belum sekolah jadi mereka selalu ada di rumah. Oh iya lupa juga masih ada umi meskipun saat aku pulang umi pasti lagi tidur di kamar, maklum usianya udah semakin tua butuh banyak istirahat. Dan setiap kali aku pulang, saat membuka pintu lalu kemudian masuk, beberapa detik aku melihat mereka berempat sedang asik duduk menonton tv tapi kemudian mereka langsung melirik ke arahku karena mungkin terpancing suara pintu yang kubuka lalu beberapa detik mereka berempat melihatku dan kemudian salah satu dari mereka berteriak “aya A Fajaaaar uih, hayu urang seraaaaang, hiyaaat wat desig, jeder-jeder” yang satu mukul kaki ku sambil teriak “wat desig wat desig rasakan ini”, yang satu sambil megang pistol-pistolan “rasakan ini jeder-jeder-jeder”, yang satu lagi sama memegang pistol-pistolan tapi berbeda kata-kata yang ia keluarkan seakan ia punya sebuah jurus dalam senjatanya “jurus tembakan apiiiiii hiyaaaaat wuuuuus wuuuus”, dari kejadian itu seakan-akan mereka melihat aku, aku ini adalah monster dari luar angkasa yang turun ke bumi dan mereka adalah pahlawan sejenis power ranger yang gagah berani melawan musuhnya. Tapi dari berempat yang hadir satu dari mereka tak pernah ikut menyerangku, dia adalah Faris, dia malah anteng meneruskan tontonannya seakan keramaian yang dibuat ketiga kakaknya itu gak ada apa-apanya. Danial, Galang, dan Sagil adalah sosok yang paling sering iseng dan suka cari perhatian sama aku. Kadang pas lagi santai duduk di kursi ruang keluarga, tiba-tiba aja “wat desig” sagil mukul tanganku dan kemudian berkata “hayo sini kalau berani hayo aku gak takut” tapi pas aku layani dia lari kabur. Lanjut lagi sebelah sagil ada Dede, sifat dede gak beda jauh sama rafli dan rizki dan sebagaimana yang sudah diceriakan dede suka mainnya sama rafli, rizki, yuriz dan aldi anak ceu yaya tetangga sebelah. Selanjutnya ada Inaya cewek berkerudung pink sebelah dede yang wajahnya hampir ketutup, gak banyak cerita tentang inaya, tapi karakternya gak berbeda jauh sama Abdijar (Abi). Dan yang terakhir adalah Niswana Ilma atau yang akrab disapa Ninis, dari semua adikku cuma Ninis yang paling doyan nonton sinetron dan film-film FTV atau sejenisnya, kalau waktu sudah menunjukan waktu penayangan sinetron, berarti TV hanya milik Ninis seorang dan tak ada yang boleh mengganggu atau memindahkan channel kalau sampai ada yang memindahkan dia akan naik darah dan menjerit sekeras-kerasnya dan kalau sampai adegan terakhir terlewatkan maka dia akan nangis senangisnya dan marah abis-abisan sama yang mindahin channel. Aku pernah jadi korban dia sampai tanganku digigit dia, udah kaya zombie dia kalau seperti itu. Dan satu adikku yang tak ikut berfoto, dia Adalah Yanuar Ramadhan atau keluarga akrab memanggil dia yayang. Saat ini dia duduk di bangku kelas 12 SMK dan sering cerita dia kalau belakangan ini dia mulai suka dengan salah satu cewek masih teman satu sekolahan dengannya, dia sampai pernah minta tips kepadaku bagaimana buat ngedeketin cewek tapi jelas saja aku tak pernah memberikan tips apa-apa dan malah cenderung melarang dia untuk berpacaran. Meski sebenarnya, gimana mau ngasih tips orang kakakmu sendiri aja sampai di usianya yang ke 23 ini masih sibuk dengan kejombloannya. Itulah ke 15 adikku yang telah memberikan warna-warni dalam hidupku. Oh iya bonus, satu lagi adikku dia adalah almarhum Fauzan, Fauzan adikku yang telah meninggal di usianya yang baru menginjak 2 tahunan, ia meninggal karena tercebur di kolam depan rumah, sungguh itu keteledoran orang serumah sampai tidak ada yang sadar satupun, astagfirullah innalillahii. Ya Allah aku rindu dengan Fauzan, saat itu dia sedang lucu-lucunya masih ingat dulu setiap ada tukang dagang jajanan yang lewat depan rumah, dia menghampiri umi dan berkata ke umi “umi ncis umi ncis iyong jajan”, tapi kelucuan itu sudah hilang sangat lama, kejadiannya saat aku masih duduk di bangku SD entah aku lupa kelas berapa. Ya Allah aku sangat sayang semua adik-adikku, jaga selalu mereka dan bahagiakan mereka di dunia maupun di akhirat. Dan terkhusus untuk amel dan fauzan semoga ditempatkan yang terbaik disisiMu Ya Rabb.

Dan beneran ini yang terakhir, Itulah ke 15+2 adikku, mereka adalah malaikat kecilku yang amat ku sayang dan sangat berharga :D